Sabtu, 30 Juni 2012

Karena Itu, Ayo Awali dan Sebarkan

    Suatu ketika kita menikmati sesuatu, suatu ketika sajikanlah yang pula yang kita nikmati pada orang lain.

    Pernah suatu waktu, aku menikmati senyum dari orang yang tidak aku kenal saat aku berkendara. Entah apa sebabnya seorang itu tersenyum begitu manis. Pada saat yang lain mataku bertemu menatap orang lain, dan aku spontan tersenyum. Bukan karena dia tampan, cantik, atau melakukan suatu hal yang baik, atau bahkan luar biasa. Tapi karena aku merasa dia berhak mendapatkan senyum seperti yang aku dapatkan dari orang lain itu.

 
   
    Suatu ketika aku mengikuti tes di satu sma di Surabaya. Pada saat tes akan dimulai, penjaga ruangan memerintahkan kami untuk menyiapkan pensil HB. Banyak diantara peserta tes yang tidak membawa pensil HB karena sebelumnya tidak ada pada petunjuk kelengakapan tes. Pada saat itu, seorang peserta tes disampingku tidak membawa pensil, dan spontan aku yang membawa 2 pensil HB meminjamkan satu untuknya. Aku cuma ingin satu hal. Untuk selanjutnya saat dia masih akan mengingat saat itu, dan ketika ada seorang lain yang membutuhkan pertolongan kecil, dia akan selalu berkata, ya.

    Cukup satu orang yang melakukan hal baik atau manis kepada kita, terlepas apa motivasi mereka, sudah cukup jadi alasan untuk meneruskan hal itu, kepada setiap orang yang kita temui. Apalagi bila kita selalu mendapat hal - hal baik dari orang di sekitar kita, mengapa tidak kita teruskan ?, jangan biarkan hal tidak baik dari seseorang menghalangi kita meneruskan hal baik dari orang - orang yang kita kenal :). Agar kemudian kita tidak hanya jadi penerima hal baik, tapi juga pemberi hal baik.

    Karena, sesungguhnya tidak selalu ada kebahagiaan dalam memiliki, dan mendapatkan sesuatu. tapi ada dalam memberi. - Henry Drummond.



MBD. 30/06/2012 21:18 WB
di Dekat Meja Coklat Kamar Rusun


Kamis, 28 Juni 2012

Merayakan Kegagalan, Celebrating the Failure.

    Beberapa hari hari yang lalu aku menjejakkan kaki lagi di kota tempat aku belajar sekarang, setelah pulang dari perjalanan mencari tempat belajar baru. Aku merasa semuanya tidak akan pernah sama seperti sebelum kepergianku mencari tempat belajar baru ini. Apakah itu menjalani kuliah seperti dulu, target - target kuliah, atau gaya hidup kupu - kupu.

    Apa yang kita lakukan pasti akan menimbulkan akibat bukan ?, seorang yang bermain air akan basah, seorang yang kehausan bila diberi minum akan hilang dahaganya. Itulah akibat yang selalu menyertai perbuatan seperti bila kita melihat bentuk utuh bulan pada kolam yang jernih. Seringnya, arah akibat itu tidak dapat kita duga sebelumnya, atau tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Itulah apa yang sedang aku hadapi. Sekuat apapun aku berusaha untuk masuk ke tempat belajar yang aku tuju kemarin dengan usaha terbaik dan semangat nekat ala bonek, gagal atau lolosnya tidak dapat aku pastikan. Kesalnya menyadari hal ini, tapi bila dipikir - pikir memang begitulah yang seharusnya harus terjadi demi kebaikan, dan kesekian kalinya hati dikalahkan oleh logika.




    Everything you do comes with risk, bigger thing you seek, bigger risk you face. Kira - kira seperti itulah salah satu makna hidup yang harus kita pegang. Semakin besar hal yang kita cari, semakin besar pula resiko yang harus kita hadapi. Tidak ada perjuangan yang tidak menuntut adanya resiko. Pergi 33.000 km untuk seleksi bukan jarak yang hanya sekali naik sepeda lalu sampai, tidak hanya mengayuh sebentar lalu istirahat, tapi jarak yang harus ditempuh dengan kemampuan fisik, mental, dan kesediaan berkorban waktu yang tidak sebentar. Lemas rasanya ketika kesekian kali harus gagal lagi, tapi kembali lagi hati harus kalah oleh logika, dan sadar bahwa ini hanya hal yang harus aku lakukan,seperti sacrifice untuk mendapat hal yang lebih besar.

    Aku jelas tidak mau gagal lagi, tapi bila terjadi aku bisa apa ?, aku hanya bisa melakukan satu hal, Merayakan Kegagalan. Bersyukur dengan pengalaman yang diberikan kepadaku, bersyukur dengan perubahan yang diberikan kepadaku dalam hal apa saja. Aku akan mencoba rileks, bila aku memang harus belajar lagi ditempat ini tiap malam, ditemani radio hp kecilku, mengetik tugas di meja dekat jendela kamarku, atau memasak dengan penanak nasi sederhanaku lagi saat pulang kuliah dan mencuci tiga kali seminggu. Jadi pengangguran sementara lagi, sampai akhirnya menghanyutkan diri dalam bursa kerja.

    "But, a thing i know for sure that is my today and tomorrow never be the same as my past, when i wasn't knowing that the real sacrifice is beautiful"
   
   
Semarang 22:54, 28/06/2012
di sudut kamar rusun dekat jendela

Rabu, 27 Juni 2012

Satu Artikel Yang Kusuka

Sering aku baca artikel, tapi entah artikel dari satu blog ini punya tempat khusus di otakku, karena sedikit mirip dengan masa yang telah aku jalani. Btw, ini hasil CoPas, but, please enjoy :).

Kamu terus menarik tanganku, masuk lebih jauh ke dalam lorong yang sama sekali tak bisa kuterka ujungnya. Sejujurnya, perjalanan ini justru terasa seperti tak berujung. Entah sudah berapa lama seperti ini, kamu berjalan di depan, menuntun tanganku, menuju sesuatu, yang aku tak tahu apa, dan berujung di lorong tak berujung ini.

Bukan salahmu. Karena bukankah sepanjang perjalanan ini, aku pun hanya pasrah, membiarkan kamu menuntun aku masuk, makin lama, makin jauh, menuju sesuatu yang kau sendiri tak tahu apa. Bukan aku tak ingin bertanya, beberapa kali kucoba memanggil namamu, mencoba bertanya. Tapi saat kemudian wajah kita saling berhadapan, aku lalu terdiam, membeku sekaligus mencair, luluh lantak akibat senyuman dari wajah yang paling kukagumi. Maka kemudian hanya diam yang tersisa. Dan kamu kembali meraih tanganku, melanjutkan perjalanan, tanpa pertanyaan.

Aku bisa apa, jika sekujur tubuh ini sepenuhnya telah dikendalikan oleh kamu. Bekunya, luluhnya, semua tergantung kamu. Sering aku merasa lelah, ingin berhenti, memaksamu melepaskan pegangan, lalu kembali bebas, pergi, menyusuri jalan manapun selain terjebak dalam petualangan tanpa henti di lorong tak berujung ini. Tapi, kemudian tak mampu ku jemput bebasku, karena toh nyatanya aku menikmati setiap detik perjalanan di lorong ini, walau kutahu mungkin tak berujung, semata-mata hanya agar terus bersama kamu. Kamu yang membuat segala kelalahan tak berujung ini seakan terbayar, lunas, tanpa sisa!

Jangan tanya soal lelahku, berjalan bersama kamu -entah sudah berapa lama- tanpa sedikit pun tahu kemana kamu akan membawa aku, tentu saja melelahkan. Tapi kunikmati lelahku, karena terlanjur luluh oleh kamu. Dan berujung atau tidak, perjalanan ini akan selalu tentang kamu bukan, walau mungkin takkan pernah menjelma kita. Maka biarlah aku teruskan perjalanan, tanpa satupun pertanyaan tentang ujung dari lorong tak berujung ini.

Dan bila akhirnya kutemukan ujung, tapi tak kudapati apa-apa di sana, sesungguhnya aku takkan kecewa. Karena itu pun akan terbayar, oleh perjalanan panjang kita, menuju tak ada tujuan.

“Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it.”

Source : http://ceritadibah.wordpress.com/   27/06/2012, 18:47 W.I.B
di sudut kamar rusun.

Selasa, 26 Juni 2012

Tentang Masa Lalu

    Kepada masa lalu yang seringkali dianggap tidak penting, bukankah di dalam dirimu tidak ada bagian yang sekedar tidak penting ? . Seorang tidak dapat mencapai 1 jam jika tidak melalui 1 menit, dan begitu seterusnya. seorang tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan benar jika sebelumnya belum pernah belajar. Lain halnya dengan masa kini, atau masa depan yang selalu dipuja - puja dan diharap - harapkan, bukankah mereka sama sekali tidak bisa dicapai tanpa terlebih dulu melewatimu ?.

    Kepada masa lalu, engkau yang sering dilupakan, dan berusaha dimatikan, sehingga seolah - olah dirimu tidak pernah hadir dalam kehidupan, apakah mereka lupa apa yang pernah engkau berikan ?. Engkau beri kami pengalaman, engkau ingatkan kami dari kesalahan yang sama., engkau beri kami kesempatan menjadi lebih baik.



    Aku pun pernah membencimu, dan tidak ingin mengenal dirimu lagi karena engkau buat aku menangis, terluka, jatuh, sehingga akhirnya aku jadi seperti sekarang ini. Tapi bukankah dirimu pernah buat aku tersenyum, dan merasa bahagia ? Dirimu menempaku hingga aku seperti sekarang ini.

    Tidak. Aku tidak mau jadi salah satu yang melupakanmu, dan bahkan membunuhmu. Maafkan aku, ijinkanlah aku memelukmu dan berterima kasih karena engkau telah mengantarku pada kekinianku, sebagai bekal menentukan masa depanku.

Semarang - 26/06/2012
di sudut kamar rusun

is this the friendship ?

apakah pertemanan itu ?.
apakah itu berarti hubungan antara dua manusia atau lebih yang hanya saling sapa ?.
apakah itu hanya hubungan dua manusia atau lebih yang didasarkan kesukaan yang sama ?.
atau kah didasarkan kebutuhan "minta tolong", dan "saling bagi rahasia", dan membela yang lain tanpa pandang mana yang benar dan mana yang salah ?.



apakah yang ini yang dapat membuat orang lain, seolah - olah menjadi saudara ? dan memberikan yang ia punya ?.
apakah ini yang salah satu alasan para terpidana koruptor melakukan kkn ?.
atau dengan ini seorang merasa berhak memarahi dengan alasan demi kebaikan ? dan kemudian bahkan menjalin sesuatu yang sangat terikat ?.

aku tidak tahu apa itu pertemanan
kebanyakan yang aku lihat namanya pertemanan itu,
bergaul dengan yang teman,mengucilkan yang bukan teman, hingga yang tak berteman menangis tanpa teman dari dunia nyata sampai dunia maya.
yang namanya perteman itu berakibat membela teman tak perduli jika salah, dan selalu mendukung dalam kebaikan sampai kejahatan.
pasang muka kontan, tidak gentar menolak sesuatu hal dari yang bukan teman.
tidak ragu mengatakan kejelekan yang bukan teman.

Kasihan ya, yang jadi bukan teman :). jadi pertemanan itu ?