Minggu, 03 Juni 2012

Galau-an Sang Pemimpi Kelas Kakap..

sudah semestinya belajar dari pengalaman. tapi kenapa saat berjalan setapak, susah menjadikannya pelajaran dan bergerak dengan konsisten.. dasar pemimpi kelas kakap.. tapi pekerja kelas lele.. mimpi itu ibaratkan dapat memilih, mungkin tidak mau memilihku untuk bersamany.
    keadaan yang sudah setengah langkah ini juga tidak bisa begitu saja dimatikan. mati segan, sedang hidup tak mau.. tapi memang harus dipaksakan hidup sebelum mati pada waktunya, artinya dipaksakan berjuang lagi, bila gagal biarlah gagal pada waktunya.
    perjuangan sudah dimulai dan aku berusaha menjadikan diriku mempunyai bergaining point yang lebih dari peserta lain. kita harus fokus pada proses kan ? hasil itu bonus.. tapi bergaining point  ini lemah.. dan menurut para mitra yang lain, aku harus tetap maju, sedikit mendengar, sesekali menutup mata, dan terus berlari :-D. (oke, i get it, thanks to ang** for the support given).
    aku sudah terbiasa dengan kegagalan kan., tapi semakin terbiasa dengan hal itu malah bukan menjadikanku kuat, tapi bosan dengan kegagalan, ditambah lagi hampir putus asa dari apa yang dinamakan keberhasilan dengan gemilang, bahkan dengan gemintang (apakah ini konsekuensi karena waktu kecil aku mudah sekali memperoleh keberhasilan, terutama di bidang akademis ?), honestly, aku bukan tipe orang yang begitu saja menutup mata dari mitos atau apapun yang sejenis, segolongan, sebangsa , dan senegara dengan itu.. jadi mungkin saja itu salah satu faktornya..
    jadi aku rasa minggu depan bisa jadi penentuan, apakah puncak pamungkas perjuangan di eastern indonesia berlanjut, atau aku kembali jadi pelajar tingkat tinggi + pengangguran sementara yang berkepanjangan,. (semester ini pasti terjun payung indeks prestasiku, terjun tanpa payung lagi >,
    sesuai potongan lagu dari kak ipang pas jaman sma, yang seakan mennyemangati pemimpi kelas kakap ini agar terus berjuang :

    Apa yang kau takutkan
    Dengan semua ini
    Bukankah kesedihan
    Sering kita alami
    Keadaan ini
    Buat kita terbiasa

    Dengarkan ku bicara
    Teruslah bermimpi
    Walau kenyataannya jauh berbeda
    Teruslah bermimpi
     Jangan berhenti

    intinya kegagalan itu karena memang kita tidak tidak memenuhi kualifikasi pendaftar yang lolos.. ungkapan seperti : Aku diberikan yang aku butuhkan dan bukan yang aku inginkan, Aku belum rejekinya disana.. aku sudah kesal menngucapkannya, dan memang kata -  kata itu mengandung unsur pembodohan dan pemalasan.. karena kalau kita benar - benar seorang juara dan layak untuk masuk pasti akan diterima !!!, jadi saat aku gagal nanti aku tidak akan lagi mengatakan seperti di atas,. tapi aku akan berkata seperti kesatria jaman dahulu "aku kalah, aku tidak lebih baik dari mereka yang kini ada disana, dan aku akan kembali !". Dan dengan berkata demikian, aku menjadi lega sekaligus semangat. lega karena yang lolos benar - benar baik, excellent, awesome dariku, serta semangat karena aku harus mencari lahan lain dimana aku bisa jadi yang excellent juga atau bisa juga mencoba menjadi excellent seperti mereka jika aku mampu dan masih ada waktu.
    semoga aku tidak lagi jenuh dengan perjuangan yang amat, super, duper, panjang, banget ,sekali.. mana masih ndut, hahahaha, bolos lagi.. hahahaha.
    diawali note ini dengan sedikit banyak ketidak jelasan topik.. diakhiri dengan ungkapan - ungkapan agak semangat + ngeyel an.. akhirnya selamat berjuang, selamat meraih mimpi sesuai dengan takdir (bagi yang percaya), sesuai usaha (bagi yang percaya), serta kerja keras dan cerdas.

kita juara, aku juga juara. vini vidi vici

Tidak ada komentar:

Posting Komentar