Sering aku baca artikel, tapi entah artikel dari satu blog ini punya tempat khusus di otakku, karena sedikit mirip dengan masa yang telah aku jalani. Btw, ini hasil CoPas, but, please enjoy :).
Kamu terus menarik tanganku, masuk lebih jauh ke dalam lorong yang sama sekali tak bisa kuterka ujungnya. Sejujurnya, perjalanan ini justru terasa seperti tak berujung. Entah sudah berapa lama seperti ini, kamu berjalan di depan, menuntun tanganku, menuju sesuatu, yang aku tak tahu apa, dan berujung di lorong tak berujung ini.
Bukan salahmu. Karena bukankah sepanjang perjalanan ini, aku pun hanya pasrah, membiarkan kamu menuntun aku masuk, makin lama, makin jauh, menuju sesuatu yang kau sendiri tak tahu apa. Bukan aku tak ingin bertanya, beberapa kali kucoba memanggil namamu, mencoba bertanya. Tapi saat kemudian wajah kita saling berhadapan, aku lalu terdiam, membeku sekaligus mencair, luluh lantak akibat senyuman dari wajah yang paling kukagumi. Maka kemudian hanya diam yang tersisa. Dan kamu kembali meraih tanganku, melanjutkan perjalanan, tanpa pertanyaan.
Aku bisa apa, jika sekujur tubuh ini sepenuhnya telah dikendalikan oleh kamu. Bekunya, luluhnya, semua tergantung kamu. Sering aku merasa lelah, ingin berhenti, memaksamu melepaskan pegangan, lalu kembali bebas, pergi, menyusuri jalan manapun selain terjebak dalam petualangan tanpa henti di lorong tak berujung ini. Tapi, kemudian tak mampu ku jemput bebasku, karena toh nyatanya aku menikmati setiap detik perjalanan di lorong ini, walau kutahu mungkin tak berujung, semata-mata hanya agar terus bersama kamu. Kamu yang membuat segala kelalahan tak berujung ini seakan terbayar, lunas, tanpa sisa!
Jangan tanya soal lelahku, berjalan bersama kamu -entah sudah berapa lama- tanpa sedikit pun tahu kemana kamu akan membawa aku, tentu saja melelahkan. Tapi kunikmati lelahku, karena terlanjur luluh oleh kamu. Dan berujung atau tidak, perjalanan ini akan selalu tentang kamu bukan, walau mungkin takkan pernah menjelma kita. Maka biarlah aku teruskan perjalanan, tanpa satupun pertanyaan tentang ujung dari lorong tak berujung ini.
Dan bila akhirnya kutemukan ujung, tapi tak kudapati apa-apa di sana, sesungguhnya aku takkan kecewa. Karena itu pun akan terbayar, oleh perjalanan panjang kita, menuju tak ada tujuan.
“Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it.”
Source : http://ceritadibah.wordpress.com/ 27/06/2012, 18:47 W.I.B
di sudut kamar rusun.
Kamu terus menarik tanganku, masuk lebih jauh ke dalam lorong yang sama sekali tak bisa kuterka ujungnya. Sejujurnya, perjalanan ini justru terasa seperti tak berujung. Entah sudah berapa lama seperti ini, kamu berjalan di depan, menuntun tanganku, menuju sesuatu, yang aku tak tahu apa, dan berujung di lorong tak berujung ini.
Bukan salahmu. Karena bukankah sepanjang perjalanan ini, aku pun hanya pasrah, membiarkan kamu menuntun aku masuk, makin lama, makin jauh, menuju sesuatu yang kau sendiri tak tahu apa. Bukan aku tak ingin bertanya, beberapa kali kucoba memanggil namamu, mencoba bertanya. Tapi saat kemudian wajah kita saling berhadapan, aku lalu terdiam, membeku sekaligus mencair, luluh lantak akibat senyuman dari wajah yang paling kukagumi. Maka kemudian hanya diam yang tersisa. Dan kamu kembali meraih tanganku, melanjutkan perjalanan, tanpa pertanyaan.
Aku bisa apa, jika sekujur tubuh ini sepenuhnya telah dikendalikan oleh kamu. Bekunya, luluhnya, semua tergantung kamu. Sering aku merasa lelah, ingin berhenti, memaksamu melepaskan pegangan, lalu kembali bebas, pergi, menyusuri jalan manapun selain terjebak dalam petualangan tanpa henti di lorong tak berujung ini. Tapi, kemudian tak mampu ku jemput bebasku, karena toh nyatanya aku menikmati setiap detik perjalanan di lorong ini, walau kutahu mungkin tak berujung, semata-mata hanya agar terus bersama kamu. Kamu yang membuat segala kelalahan tak berujung ini seakan terbayar, lunas, tanpa sisa!
Jangan tanya soal lelahku, berjalan bersama kamu -entah sudah berapa lama- tanpa sedikit pun tahu kemana kamu akan membawa aku, tentu saja melelahkan. Tapi kunikmati lelahku, karena terlanjur luluh oleh kamu. Dan berujung atau tidak, perjalanan ini akan selalu tentang kamu bukan, walau mungkin takkan pernah menjelma kita. Maka biarlah aku teruskan perjalanan, tanpa satupun pertanyaan tentang ujung dari lorong tak berujung ini.
Dan bila akhirnya kutemukan ujung, tapi tak kudapati apa-apa di sana, sesungguhnya aku takkan kecewa. Karena itu pun akan terbayar, oleh perjalanan panjang kita, menuju tak ada tujuan.
“Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it.”
Source : http://ceritadibah.wordpress.com/ 27/06/2012, 18:47 W.I.B
di sudut kamar rusun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar