Minggu, 09 Oktober 2011

Danke (Terima Kasih)

Engkau lebih dari sekedar tempat meminta
Lebih dari sekedar tempat berkeluh kesah
Tak seharusnya aku selalu meminta
Karena KAU memberiku lebih dari yang aku butuhkan, dalam hidup

Terima kasih telah memberi kehidupan yang berharga
dengan problematika yang membuatnya indah
Mengenal dan mencintaiMu

Sudah terlambat, tapi aku belum akan kalah. Bahkan hingga kesempatan yang terakhir
Itulah cara hidupku

Nunda Lagi, Nunda Lagi..

  Dari judulnya mungkin dapat disimpulkan isinya yang kurang menarik :-), tidak salah juga, tapi sesuai judulnya saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya lewat note ini.

    Bicara tentang menunda, saya memang jagonya. pada waktu saya masih kelas 1 sma, ibu saya mem-furnish kamar saya dan mengganti semua perabot yang ada di dalamnya dengan perabot baru, agar saya dapat berkonsenntrasi belajar maksudnya. Tetapi ada satu yang tidak diganti dari kamar saya, gorden jendela di ssamping tempat tidur saya. Sekadar info saja, gorden yang ada waktu itu terlalu besar dari ukuran jendela dan wanrnanya sudah kusam. Singkat kata,. saya kurang nyaman dengan display gorden itu.

    Singkatnya, ibu saya mengatakan saya terserah mau apakan gorden itu, diganti boleh, tetap pun tidak apa-apa. OK, sekarang gorden itu sudah berada total dalam genggaman saya. Saya telah membeli gorden yang menurut saya elegan dan saya berencana akan mengganti gorden lama besoknya. Ternyata keesokan harinya saya ada latihan mendadak untuk ujian seni musik, pulang dalam keadaan capai saya langsung istirahat. Saya mem-planning untuk mengganti gorden itu hari minggu (gorden itu tidak mungkin lari kan ?). Ternyata hari minggu itu saya ada acara keluarga, minggu depannya saya ada kegiatan OSIS dan begitu seterusnya, setiap saya merencanakan untuk mengganti, selalu ada kegiatan lain yang menggantikannya. Saya menjadi nyaman dengan gorden jendela saya (kapanpun saya mau, saya dapat menggantinya kan ?, gorden itu tunduk sepenuhnya pada perintah saya!).

   Bulan berganti, tahun menjelang, setiap saya menyibakkan gorden untuk membuka jendela saya, saya masih berpikir untuk menggantinya minggu depan!. Sampai akhirnya saya menempuh ujian nasional dan lulus sekolah menengah atas, dan suatu hari saat saya membersihkan kamar saya, saya terkaget-kaget melihat gorden itu, dia telah 3 tahun setia disana. Jika gorden itu diumpamakan seorang anak, tentulah ia tidak minum susu lagi dan merangkak, tapi sudah berjalan, dan makan nasi !!. Saya dan hati kecil saya saling menoleh -kita telah menunda mengganti gorden hingga tetes terakhir !-, gila pikir saya, tapi itulah yang tejadi.

   Pada titik ini saya sadar telah menunda hal vital di hidup saya, dan akibatnya bisa fatal. Tidak hanya gorden itu, tapi hal lain juga yang kini berpengaruh dalam hidup saya.

   Penundaaan ini luar biasa, dia bisa menunda apapun. Pelajaran yang bisa kita petik adalah, jangan suka menunda.

                                                                                               Based on fact (27/6/11)
                                                                                               by M.B Diputra

Itu Urusan Tuhan, tapi Inilah Urusan Kita

Sudah lama saya tidak menuliskan pengalaman-pengalaman saya lagi di note, tiba saatnya saya menuliskan pengalaman-pengalaman saya lagi, sekedar berbagi. Melihat judulnya yang tidak baku seperti artikel, note, atau yang lain pada umumnya, apa yang muncul pertama kali di pikiran anda ? .
            Pernah suatu kali seorang kawan bertanya pada saya,” eh, lebih enak punya pasangan yang cantik atau baik?, terus aku lumayan keren gak ?, kira-kira aku mesti gimana biar ada cewek ?’’ seketika saya bingung untuk menjawab, lagipula pandangan setiap orang tentang pasangan berbeda kan ?, bukan berarti saya akan ingin pertanyaannya dengan jawaban yang baik-baik saja (menurut saya itu malah akan lebih menjerumuskan.,), tapi bila saya jawab dengan sebenarnya pandangan saya, dalam hati saya kurang nyaman, (seperti menyalahi adab ngobrol dengan kawan,. salah-salah malah saya akan dijauhi.,), serba salah. Saya terdiam sejenak.
Seketika itu juga saya teringat kata-kata dekan fakutas saya kuliah saat penerimaan mahasiswa baru, yang dengan yakinnya berkata, kurang lebih begini : “Anda, tidak usah risau dengan penampilan kecantikan atau kegantengan yang anda miliki saat ini, ITU URUSAN TUHAN, TAPI INILAH URUSAN KITA, apakah kita sudah rapi ?, apakah kita sudah enerjik ?, apakah kita sudah sopan, dan smart ?, 1 lagi, sudah sukses ? ”. Itulah sebenarnya modal yang kita miliki. Bagi sebagian orang ada yang sependapat, ataupun tidak dengan kutipan diatas. Bukan ingin mendebat, tapi mari kita ambil contoh saja. Seorang perempuan yang mungkin sudah kita kenal, Oprah Winfrey. Sangat cantikkah ia ? setara dengan Angelina Jolie ? Seksikah beliau ? saya tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, tapi saya akan mengutarakan pertanyaan-pertanyaan yang baru. Cerdaskah Oprah Winfrey ?, bukankah ia berwibawa ? smart ? enerjik, dan pengertian ? dengan pasti saya akan menjawab iya !. dan banyak juga orang yang tertarik dengan orang seperti Oprah Winrey tadi, satu note saya ini tidak akan cukup bila hanya me-list contoh-contohnya.
            Kembali ke masalah kawan saya tadi, setelah berpikir sedikit, lalu saya beri dia pertimbangan saya, ya pastinya bila mencari, maunya yang melingkupi keduanya kan ? :-P, jadi saya katakan “kui prerogatifmu bro.. tapi cari ae yang imbang semuanya, oke ? belum tentu yang kita incar, akan kita dapatkan juga kan ?, hehehe”, meskipun begitu yakinlah pada apa yang akan kita raih.
            Dari pengalaman pendek saya tadi. Dapat dimbil inti, yaitu bersyukurlah dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, tapi selain dari itu, adalah urusan kita sendiri, berjuang untuk hidup.

Beberapa saja, agar kita optimis.

  setelah membaca judulnya apa yang terlintas di benak dan kepala anda ?, (maaf penulis punya problem pada penulisan judul, hehehe ), tulisan saya ini berisi beberapaa tips, yang saya temukan, dan sangat membantu untuk memunculkan rasa optimis. Rasa optimis itu tidak muncul begitu saja kan ?, apalagi jika tanpa disadari kita selalu mengeluh, dan kesulitan memunculkan pikiran positif. berikut ini tipsnya, seperti yang saya kuti dari vivanews.


- Perspektif masalah
Orang pesimistis memandang suatu masalah dari kacamata permanen dan berlebihan. Padahal, tidak ada masalah yang tidak akan selesai. Lagipula, sebagian besar masalah tidak bersifat permanen dan rasa pesimistis membuat Anda melupakan hal itu.
“Tipikal pribadi yang optimistis adalah melihat situasi buruk hanya bersifat sementara. Masalah dianggapnya bersifat isolasi, yaitu satu masalah tidak akan berdampak buruk pada aspek kehidupan lainnya,” kata Michael Rooke, pelatih bisnis dari AttitudeWorks, Australia, seperti dikutip dari au.lifestyle.yahoo.com.

- Gunakan bahasa tepat
Sifat pesimistis cenderung membuat seseorang memilih kata yang hiperbola saat menghadapi masalah kecil. Seperti saat terjebak macet, Anda menyebutnya sebagai neraka atau mungkin bencana. Pemilihan kata ini akan membuat pikiran makin stres. Untuk lebih merasa optimistis, coba pilihlah kata yang sesuai dengan keadaan untuk menggambarkan permasalahan yang dihadapi. Bukan dengan penggambaran yang berlebihan.

- Lupakan dan maafkan
Bisa memaafkan adalah jalan pintas untuk mendapat kebahagiaan. Itu menurut psikolog asal Australia, Dr. Anna-Marie Taylor. “Penting untuk diingat bahwa memaafkan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan itu didasarkan pada cara Anda berpikir, bukan bagaimana Anda merasa,” kata Taylor.

Sulit memaafkan dan menyimpan dendam hanya akan berdampak buruk pada jiwa dan pikiran Anda. Bukannya malah menyakiti orang lain, tapi yang pasti Anda menyakiti diri sendiri.
- Istirahat
Rasa pesimistis sering muncul karena rasa perfeksionis yang sangat tinggi. “Kesempurnaan adalah negatif dan tidak rasional. Tak ada yang salah dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik, tapi Anda tidak akan pernah mendapat yang diinginkan jika yang dicari adalah kesempurnaan,” kata Rooke.
Akuilah jika Anda telah mencapai sesuatu, bukan hanya ketika Anda belum mencapai yang diinginkan.

- Bersyukur
Bersyukurlah setiap hari untuk apa yang Anda dapatkan. Mulai dari udara yang Anda hirup, nyamannya bantal untuk tidur dan keluarga yang dimiliki. Ini akan membuat Anda lebih optimistis dan merasa bahagia.
Dr. Taylor bahkan merekomendasikan membuat “jurnal bersyukur”. Ini semacam catatan yang berisi hal-hal yang Anda dapatkan setiap harinya dan membuat bahagia. Tuliskan dalm sebuah catatan menjelang tidur, ini akan seperti catatan berisi hal-hal positif dalam hidup Anda.

    Bagaimana ?, tidak ada salahnya dicoba kan ? hehehe. beberapa telah saya coba dan menampakkan hasil yang signifikan. semoga berguna, selamat mencoba.


    source:vivanews

Pentingnya Menghargai Proses

   Akhirnya saya bisa menulis lagi, lewat note fb. pastinya tentang tips, atau pengalaman saya pribadi yang ingin saya bagikan. kita dapat belajar dari setiap pengalaman orang lain kan, seperti moto dari pembelajar sejati : setiap tempat adalah kelas, dan setiap orang adalah guru (gizone-2010).
    Pernah dengar kata proses ?, sering kan ?, biasanya yang ngomong pakai kata itu katanya "bahasa tinggi", deket dengan laboratorium, plus dengan metode ilmiah.. (berat..), tapi kali ini proses yang kita bahas adalah proses yang simpel, bisa langsung kita praktekkan, dan, mungkin tidak terlalu kita pikirkan.
    Pernahkah kita mersakan, saat kita bepergian ke suatu tempat, dan pulang, lalu esoknya kita ingin pergi ke tempat yang sama, maka kita akan dengan mudah menemukannya, itu karena kita telah melalui sebuah proses, yaitu pergi ke tempat itu tadi sebelumnya. Apalagi jika pada saat perjalanan, kita menemukan pemandangan yang indah, atau menarik, pasti akan lebih mudah kita menuju ke tempat tadi lagi kan ?, inilah pendekatan proses (process approach).
    Suatu waktu saya ikut membantu memasak di tetangga yang sedang memiliki hajatan, (entah mengapa hanya ada saya yang laki-laki disana, dan mayoritas ibu-ibu..), disana saya membantu membuat jajanan sederhana, gedhang goreng, mbel-mbel, dan jajanan jawa lain. dan selama beberapa hari sesudahnya saya mampu membuat beberapa jenis jajanan-jajanan itu sendiri (sama rupa, beda rasa sedikit, tapi tetap enak tentunya..).  Sangat berguna kan ?.
    Contoh lainnya, saya mempunyai seorang teman yang "jenius" kata orang. untuk mata pelajaran tertentu, dia hanya memperhatikan penjelasan guru dengan saksama, dan mampu mengerjakan soal-soal yang deiberikan dengan benar. Pada suatu hal yang menyangkut teman saya ini, ia telah mengoptimalkan kemampuan proses-nya, yaitu dengan memperhatikan guru tadi. Terlepas dari "bakat" jenius  yang ia miliki, kita mampu menjadi "jenius" juga, dengan mengulang-ulang kemampuan proses ini tadi, di rumah dengan mengerjakan soal, membaca catatan guru, atau membaca materi dan mengerjakan soal sebelum di ulas di forum kelas. Tergantung yang mana style process yang cocok dengan kita. Sederhana ya, tapi untuk beberapa hal kita tidak mengoptimalkannya (mungkin beberapa sudah mempraktekkannya tapi dengan bahasa yang berbeda, ok ok)
   Dari sedikit contoh-contoh tadi, betapa berguna proses itu, jadi mari kita cintai proses, baik yang cepat, atau lambat. semoga berguna.

  tautan : 1. gizone-2010, Pembelajar Sejati