Sabtu, 09 Juni 2012

Filosofi dari "Gundul Pacul" apa sih ? :)

Budaya warisan bangsa kita sangat kaya, salah satunya adalah lagu dari masyarakat jawa (jawa tengah dan jawa timur) yang berjudul gundul pacul.

Kalau kita yang sudah mahir berbahasa jawa, mungkin tidak kesulitan mengetahui arti dari lirik lagu yang sering dijadikan lagu - lagu pamungkas dalam lomba - lomba musik daerah nusantara baik di dalam maupun luar negeri ini, tapi alangkah lebih baik kita tidak hanya mengetahui arti sepintas saja, namun pula nilai - nilai yang terkandung dalam lagu ini (mendengar lebih dalam). Bagi yang belum pernah tahu lirik lagu gundul pacul, berikut ini liriknya :

Gundul gundul pacul cul gelelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi dak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan


Gundul seperti yang kita tahu, adalah kepala yang tanpa rambut sama sekali. Kepala adalah lambang dari kehormatan seseorang seseorang, sedang rambut adalah mahkota penghias dari kepala itu dari luar. Sehingga maksudnya dari gundul adalah kehormatan yang tanpa mahkota, atau bisa dipahami bahwa kehormatan tidak selalu harus ada mahkota yang terlihat bagus di luar.

Pacul adalah sebutan dari masyarakat jawa sebagai akronim (singkatan) dari  Papat kang Ucul (empat hal yang lepas), yaitu kemuliaan seseorang tergantung dari bagaimana seseorang tidak melepaskan empat hal. Empat hal itu adalah :

1.mata, digunakan untuk melihat kesulitan sekitar atau masyarakat

2.telinga, digunakan untuk mendengar nasehat - nasehat

3.hidung, digunakan untuk mencium wewangian kebaikan

4.mulut, digunakan untuk berkata keadilan.

Bila empat hal di atas lepas, maka lepas pula kehormatan yang sesungguhnya, sehingga mengakibatkan : gembelengan (congkak. sombong). Bila sudah congkak, sombong maka nyunggi wakul (amanah yang diemban) akan jatuh / wakul ngglimpang. Akibatnya amanah yang diemban tidak terselesaikan, bahkan merugikan kepentingan masyarakat banyak dan tidak bermanfaat bagi sesama / segane dadi sak latar.

Bagaimana ? dalam kan maknanya ? :), ini hanya salah satu budaya kita, masih banyak budaya yang harus kita gali dan jaga kelestariannya untuk pelajaran generasi mendatang. Jangan sampai generasi mendatang tidak pernah lagi mendengarkan lagu sederhana yang sarat makna ini.

Mendengar lebih dalam yuk ? :) .








Tidak ada komentar:

Posting Komentar