Minggu, 09 Oktober 2011

Itu Urusan Tuhan, tapi Inilah Urusan Kita

Sudah lama saya tidak menuliskan pengalaman-pengalaman saya lagi di note, tiba saatnya saya menuliskan pengalaman-pengalaman saya lagi, sekedar berbagi. Melihat judulnya yang tidak baku seperti artikel, note, atau yang lain pada umumnya, apa yang muncul pertama kali di pikiran anda ? .
            Pernah suatu kali seorang kawan bertanya pada saya,” eh, lebih enak punya pasangan yang cantik atau baik?, terus aku lumayan keren gak ?, kira-kira aku mesti gimana biar ada cewek ?’’ seketika saya bingung untuk menjawab, lagipula pandangan setiap orang tentang pasangan berbeda kan ?, bukan berarti saya akan ingin pertanyaannya dengan jawaban yang baik-baik saja (menurut saya itu malah akan lebih menjerumuskan.,), tapi bila saya jawab dengan sebenarnya pandangan saya, dalam hati saya kurang nyaman, (seperti menyalahi adab ngobrol dengan kawan,. salah-salah malah saya akan dijauhi.,), serba salah. Saya terdiam sejenak.
Seketika itu juga saya teringat kata-kata dekan fakutas saya kuliah saat penerimaan mahasiswa baru, yang dengan yakinnya berkata, kurang lebih begini : “Anda, tidak usah risau dengan penampilan kecantikan atau kegantengan yang anda miliki saat ini, ITU URUSAN TUHAN, TAPI INILAH URUSAN KITA, apakah kita sudah rapi ?, apakah kita sudah enerjik ?, apakah kita sudah sopan, dan smart ?, 1 lagi, sudah sukses ? ”. Itulah sebenarnya modal yang kita miliki. Bagi sebagian orang ada yang sependapat, ataupun tidak dengan kutipan diatas. Bukan ingin mendebat, tapi mari kita ambil contoh saja. Seorang perempuan yang mungkin sudah kita kenal, Oprah Winfrey. Sangat cantikkah ia ? setara dengan Angelina Jolie ? Seksikah beliau ? saya tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, tapi saya akan mengutarakan pertanyaan-pertanyaan yang baru. Cerdaskah Oprah Winfrey ?, bukankah ia berwibawa ? smart ? enerjik, dan pengertian ? dengan pasti saya akan menjawab iya !. dan banyak juga orang yang tertarik dengan orang seperti Oprah Winrey tadi, satu note saya ini tidak akan cukup bila hanya me-list contoh-contohnya.
            Kembali ke masalah kawan saya tadi, setelah berpikir sedikit, lalu saya beri dia pertimbangan saya, ya pastinya bila mencari, maunya yang melingkupi keduanya kan ? :-P, jadi saya katakan “kui prerogatifmu bro.. tapi cari ae yang imbang semuanya, oke ? belum tentu yang kita incar, akan kita dapatkan juga kan ?, hehehe”, meskipun begitu yakinlah pada apa yang akan kita raih.
            Dari pengalaman pendek saya tadi. Dapat dimbil inti, yaitu bersyukurlah dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, tapi selain dari itu, adalah urusan kita sendiri, berjuang untuk hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar