Dari judulnya mungkin dapat disimpulkan isinya yang kurang menarik :-), tidak salah juga, tapi sesuai judulnya saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya lewat note ini.
Bicara tentang menunda, saya memang jagonya. pada waktu saya masih kelas 1 sma, ibu saya mem-furnish kamar saya dan mengganti semua perabot yang ada di dalamnya dengan perabot baru, agar saya dapat berkonsenntrasi belajar maksudnya. Tetapi ada satu yang tidak diganti dari kamar saya, gorden jendela di ssamping tempat tidur saya. Sekadar info saja, gorden yang ada waktu itu terlalu besar dari ukuran jendela dan wanrnanya sudah kusam. Singkat kata,. saya kurang nyaman dengan display gorden itu.
Singkatnya, ibu saya mengatakan saya terserah mau apakan gorden itu, diganti boleh, tetap pun tidak apa-apa. OK, sekarang gorden itu sudah berada total dalam genggaman saya. Saya telah membeli gorden yang menurut saya elegan dan saya berencana akan mengganti gorden lama besoknya. Ternyata keesokan harinya saya ada latihan mendadak untuk ujian seni musik, pulang dalam keadaan capai saya langsung istirahat. Saya mem-planning untuk mengganti gorden itu hari minggu (gorden itu tidak mungkin lari kan ?). Ternyata hari minggu itu saya ada acara keluarga, minggu depannya saya ada kegiatan OSIS dan begitu seterusnya, setiap saya merencanakan untuk mengganti, selalu ada kegiatan lain yang menggantikannya. Saya menjadi nyaman dengan gorden jendela saya (kapanpun saya mau, saya dapat menggantinya kan ?, gorden itu tunduk sepenuhnya pada perintah saya!).
Bulan berganti, tahun menjelang, setiap saya menyibakkan gorden untuk membuka jendela saya, saya masih berpikir untuk menggantinya minggu depan!. Sampai akhirnya saya menempuh ujian nasional dan lulus sekolah menengah atas, dan suatu hari saat saya membersihkan kamar saya, saya terkaget-kaget melihat gorden itu, dia telah 3 tahun setia disana. Jika gorden itu diumpamakan seorang anak, tentulah ia tidak minum susu lagi dan merangkak, tapi sudah berjalan, dan makan nasi !!. Saya dan hati kecil saya saling menoleh -kita telah menunda mengganti gorden hingga tetes terakhir !-, gila pikir saya, tapi itulah yang tejadi.
Pada titik ini saya sadar telah menunda hal vital di hidup saya, dan akibatnya bisa fatal. Tidak hanya gorden itu, tapi hal lain juga yang kini berpengaruh dalam hidup saya.
Penundaaan ini luar biasa, dia bisa menunda apapun. Pelajaran yang bisa kita petik adalah, jangan suka menunda.
Based on fact (27/6/11)
by M.B Diputra
Bicara tentang menunda, saya memang jagonya. pada waktu saya masih kelas 1 sma, ibu saya mem-furnish kamar saya dan mengganti semua perabot yang ada di dalamnya dengan perabot baru, agar saya dapat berkonsenntrasi belajar maksudnya. Tetapi ada satu yang tidak diganti dari kamar saya, gorden jendela di ssamping tempat tidur saya. Sekadar info saja, gorden yang ada waktu itu terlalu besar dari ukuran jendela dan wanrnanya sudah kusam. Singkat kata,. saya kurang nyaman dengan display gorden itu.
Singkatnya, ibu saya mengatakan saya terserah mau apakan gorden itu, diganti boleh, tetap pun tidak apa-apa. OK, sekarang gorden itu sudah berada total dalam genggaman saya. Saya telah membeli gorden yang menurut saya elegan dan saya berencana akan mengganti gorden lama besoknya. Ternyata keesokan harinya saya ada latihan mendadak untuk ujian seni musik, pulang dalam keadaan capai saya langsung istirahat. Saya mem-planning untuk mengganti gorden itu hari minggu (gorden itu tidak mungkin lari kan ?). Ternyata hari minggu itu saya ada acara keluarga, minggu depannya saya ada kegiatan OSIS dan begitu seterusnya, setiap saya merencanakan untuk mengganti, selalu ada kegiatan lain yang menggantikannya. Saya menjadi nyaman dengan gorden jendela saya (kapanpun saya mau, saya dapat menggantinya kan ?, gorden itu tunduk sepenuhnya pada perintah saya!).
Bulan berganti, tahun menjelang, setiap saya menyibakkan gorden untuk membuka jendela saya, saya masih berpikir untuk menggantinya minggu depan!. Sampai akhirnya saya menempuh ujian nasional dan lulus sekolah menengah atas, dan suatu hari saat saya membersihkan kamar saya, saya terkaget-kaget melihat gorden itu, dia telah 3 tahun setia disana. Jika gorden itu diumpamakan seorang anak, tentulah ia tidak minum susu lagi dan merangkak, tapi sudah berjalan, dan makan nasi !!. Saya dan hati kecil saya saling menoleh -kita telah menunda mengganti gorden hingga tetes terakhir !-, gila pikir saya, tapi itulah yang tejadi.
Pada titik ini saya sadar telah menunda hal vital di hidup saya, dan akibatnya bisa fatal. Tidak hanya gorden itu, tapi hal lain juga yang kini berpengaruh dalam hidup saya.
Penundaaan ini luar biasa, dia bisa menunda apapun. Pelajaran yang bisa kita petik adalah, jangan suka menunda.
Based on fact (27/6/11)
by M.B Diputra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar